Alhamdulillah Syaamil Quran senantiasa menghadirkan produk yang bermanfaat dan bernilai tambah, salah satunya buku saku Pintar Membaca Alquran Metode Asy Syaamil. Produk ini dilengkapi dengan Juz ‘Amma tajwid yang akan membantu Anda yang tengah belajar membaca Alquran. Read More

Iklan

Buku ini memiliki judul asli: Asrarul Ilaj bish Shaum, ditulis oleh Dr. Abdul Majid Ali Dariqah. Diterbitkan di Kairo oleh penerbit; Dar el Zahabiah. Alhamdulillah, Islamic Book Department, sub divisi PT SEA sudah mendapatkan hak cipta dari Dar el Zahabiah untuk menerbitkan dengan bahasa Indonesia.

IBD memberinya judul, “Rahasia Pengobatan dengan Puasa” berjumlah 120 hal; memiliki dimensi 13,5 x 20,5 cm, dengan nomor ISBN: 978-979-055-162-6.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Ber­­­jalan­lah kalian maka kalian akan mendapatkan ke­un­tung­an, berpuasalah kalian maka kalian akan menjadi sehat, dan berjihadlah kalian di jalan Allah maka kalian akan mendapatkan ganimah.” (HR Ahmad)

Dari sabda Rasulullah Saw. di atas, walaupun sederhana namun Read More

Alhamdulillah bulan suci Ramadhan akan kembali kita jalani. Seiring dengan datangnya bulan Shaum Ramadhan. Arkanleema Islamic Book, kembali menerbitkan buku yang berisi seputar penyembuhan penyakit dengan berpuasa.

Buku Baru: Puasa

Buku ini tidak terlalu tebal, sebab untuk menjelaskan agar pembaca jelas tidak perlu bertele-tele. Ringkas, padat, dan jelas. Insya Allah, “RASA PENGOBATAN DENGAN PUASA” turut menyambut kehadiran Bulan Ramadhan 1432 H. []

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever.

Crunchy numbers

Featured image

The Leaning Tower of Pisa has 296 steps to reach the top. This blog was viewed about 1,100 times in 2010. If those were steps, it would have climbed the Leaning Tower of Pisa 4 times

In 2010, there were 18 new posts, not bad for the first year! There were 42 pictures uploaded, taking up a total of 19mb. That’s about 4 pictures per month.

The busiest day of the year was September 30th with 30 views. The most popular post that day was The Successor .

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were facebook.com, obama-scandal-exposed.co.cc, id.wordpress.com, latest-payment-proof.co.cc, and adecheeruna.wordpress.com.

Some visitors came searching, mostly for ali bin abi thalib, pedang zulfikar, sygma examedia arkanleema, hadi sabila rosyad, and eksiklopedia mukjizat alquran dan hadis.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

The Successor May 2010

2

(Cuplikan kisah di buku “114 Kisah Nyata Doa-doa Terkabul”) May 2010
2 comments

3

ALI BIN ABI THALIB April 2010
2 comments

4

Horeeee! Ada Katalog 2010! February 2010
8 comments

5

Resensi: 10 Bersaudara Bintang Alqur’an April 2010
4 comments

Kau bagai Bunga dan Aku Kupu-kupu
Kau memberikan keindahan,
Hinggaku selalu ingin menghampirimu,
Walau kau terkadang pucat.
Kau menyuguhkan manisnya senyummu,
Hinggaku selalu ingin menghinggapimu,
Meski kau terlihat lelah.

Kau relakan kelopakmu sebagai pelepas lelahku
Dan, kau terlihat pasrah saat sayapku menutupi kelopakmu.
Bungaku … kaulah hidupku.

Demikian penggalan sajak yang sangat romantis sekali….Dewi Farida —seorang ibu rumah tangga sekaligus penulis buku Ketika BILQIS Harus Cangkok Hati – Perjuangan Seorang Ibu yang Anaknya Mengidap Atresia Bilier— sebagai sosok Aku, sedangkan Bilqis Anindya Passa —seorang anak pengidap atresia bilier putri dari Dewi Farida— sebagai sosok Kamu.

Buku ini esensinya mengetengahkan perjalanan waktu hidup seorang Bilqis dari mulai pertama masuk rumah sakit hingga terdeteksi mengidap atresia bilier dan pada akhirnya meninggal dunia.

Cara penulis dalam mencurahkan kasih sayang terhadap putrinya yang malang ini sangat dahsyat sekali. Terbukti hampir pada seluruh bab yang ada pada buku yang tebalnya 160 halaman ini berisikan perasaan Dewi Farida yang dicurahkan dalam bentuk sajak. Betapa sang mama sangat kehilangan putrinya.

Saya sendiri punya pengalaman, tatkala melihat langsung shooting APA KABAR INDONESIA PAGI di TV One, waktu itu Dewi sangat memukau pemirsa di studio dan (tentunya) pemirsa di rumah, beliau sangat menjiwai, membacakan sajaknya. Dan itu sangat menyentuh sekali. Atau saat proses penata letakan buku ini, seorang teman ilustrator menderaikan airmata, ketika membaca buku yang kala itu masih berupa draft untuk di proofreading.

Buku sudah beredar di toko-toko buku terkemuka di beberapa kota besar. Atau bisa ditanyakan langsung ke alamat Yayasan Bilqis Sehati melalui telepon: 02170632691. Bisa juga mengunjungi situs resmi: http://www.bilqissehati.or.id.

Buku pun mendapatkan perhatian khusus dari Linda Amalia Sari Gumelar, S.Ip. Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia memberikan kata pengantar pada awal halaman buku ini.

“Sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang mengikuti perjalanan sakit Bilqis sejak dirawat di Rumah Sakit dr. Karyadi Kota Semarang hingga akhirnya kembali ke pangkuan-Nya, saya juga sa­ngat berdukacita dan merasakan kehilangan. Ketika ber­kesempatan untuk menggendong Bilqis di ruang ICU Rumah Sakit dr. Karyadi, sebagai Ninik sayang atau Niyang, saya juga merasakan betapa tubuh mungil Bilqis menyimpan kekuatan dan ketegaran yang luar biasa dan sekaligus menjadi kenangan yang tidak terlupakan” ~Linda Amalia Sari Gumelar, S.Ip.

Tentang Penulis

Dewi Farida lahir di Jakarta 12 Desember 1972. Kini, hidup bahagia bersuamikan Donny Ardianta Passa, putra sulung asal Jogjakarta. Per­kawinannya pada 2005 telah membuahkan dua orang bidadari yang sangat cantik dan lucu. Putri pertamanya bernama Ratu Aqila Passa (lahir pada 4 Mei 2006) dan putri keduanya Bilqis Anindya Passa (lahir pada 20 Agustus 2008).

Dewi dibesarkan di lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya Bahruddin Syatha asal Makasar dan sang bunda Bakti Ningsih asal Betawi telah memberikan kombinasi baik bagi keturunannya. Sejak kecil Dewi sudah diajarkan nilai-nilai kehidupan oleh kedua orang tuanya juga oleh Oma Siti Hapsah) yang telah menganggapnya seperti anak sendiri, mengingat Oma tidak memiliki keturunan. Sejak usia lima tahun, Dewi sudah biasa diajak ke kantor tempat Oma bekerja dan sejak sekolah dasar pula sudah belajar mengatur keuangan kakak dan adik-adiknya. Semua hal ini melekat hingga Dewi tumbuh menjadi wanita dewasa yang giat bekerja dan pantang menyerah.
Kuliah malam Jurusan Manajemen ditempuhnya sambil bekerja. Niatnya untuk menjadi seorang Sarjana Ekonomi sangat kuat meski kadang terkendala oleh biaya kuliah.

Pada 2004, Dewi mendirikan perusahaan periklanan bersama seorang rekan dari Singapura. Namun, sejak 2006 akhir hingga kini, Dewi menjalani perusahaan tersebut sendiri. Pada 2008, Dewi mendirikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sekolah bermain untuk anak-anak kurang mampu yang bertempat di halaman depan rumahnya. Dewi juga menjadi pengajar di PAUD ini.

Mudah-mudahan buku ini bisa menjadi jembatan bagi semua pihak sebagai sebuah pembelajaran… [diterbitkan oleh Progressio]

%d blogger menyukai ini: